Assalammualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Semoga dengan mengunjungi blog ini dapat menambah pengetahuan bagi kita semua. Amiiin.

Rabu, 23 November 2011

Hubungan Sosial di Kemahasiswaan dan Masalah Yang Sering Muncul


 
Pengertian Hubungan Sosial


     Hubungan sosial diartikan sebagai cara-cara individu bereaksi terhadap dirinya, hubungan sosial ini menyangkut juga penyesuaian diri terhadap lingkungan seperti makan sendiri, berpakaian sendiri,patuh pada peraturan dll. Hubungan social diawali dari rumah sendiri yang kemudian berkembang dalam lingkup social yang lebih luas, seperti sekolah dan teman sebaya, kesulitan anak berhubungan social dengan teman sebaya ini biasanya disebabkan oleh pola asuh yang penuh dengan unjuk kuasa oleh orang tua. Situasi kehidupan dalam keluarga berupa pola asuh orang tua yang salah, pada umumnya masih bias di perbaiki oleh orang tua itu sendiri, tetapi situasi pergaulan dengan teman-teman sebaya cenderung sulit di perbaiki.




     Pengaruh Hubungan Sosial terhadap Tingkah Laku
Hubungan sosial individu dimulai sejak individu berada di lingkungan rumah bersama keluarganya, segera setelah lahir hubugan bayi dengan orang di sekitarnya terutama ibu pada saat menyusui memiliki arti yang sangat penting. (Boweby : 1987) Perkembangan sosial anak semakin berkembang ketika anak mulai memasuki masa prasekolah, kira- kira usia 18 bulan. Pada usia ini dimulai dengan tumbuhnya kesadaran diri atau yang dikenal dengan kesadaran akan dirinya dan kepemilikannya. Pada masa ini sampai akhir masa sekolah anak mulai mendekatkan diri pada orang-orang lain di sekitarnya. Sehingga lingkungan terutama teman sebaya mempunyai pengaruh yang sangat besar. Dalam konteks ini, Jean Piaget (Monks, dkk. : 1991) mengatakan bahwa permulaan kerjasama dan konfrontmisme sosial semakin bertambah pada saat anak mencapai usia 7-10 tahun dan mencapai puncak antara usia 9-15 tahun, setelah itu mengalami penurunan kembali yang di sebabkan pada masa remaja sudah semakin berkembang keinginan mencari dan menemukan jati dirinya sehingga konfrontmisme semakin berbenturan dengan upaya mencapai kemandirian atau individuasi.


Masalah - Masalah yang Mungkin Dihadapi Mahasiswa
1. Masalah yang berkaitan dengan penyesuaian diri
2. Masalah yang berhubungan dengan hubungan
Sosial
3. Masalah yang berkaitan dengan keadaan
Jasmaniah
4. Masalah yang berkaitan dengan keadaan
Kejiwaan; misal kematangan dan kestabilan
Emosi
5. Masalah yang berkaitan dengan kegiatan
Belajar; misal ketidak sesuaian antara bidang
Studi yang diambil dengan bakat skolastik yang
Dimiliki, ketidaksesuaian antara aspirasi dan
Kemampuan, perbedaan pendapat antara
Mahasiswa dengan orang tua, masalah ekonomi.

Beberapa kelompok masalah :
1. Kelompok 1: perkembangan jasmaniah
Dan keadaan kesehatan (pjk)
2. Kelompok 2 : keuangan, keadaan
Lingkungan dan pekerjaan (klp)
3. Kelompok 3 :kegiatan sosial dan
Rekreasi (ksr)
4. Kelompok 4 : hubungan sebaya, pacaran,
Dan perkawinan (hpp)
5. Kelompok 5 : hubungan sosial kejiwaan
(hsk)
6. Kelompok 6 : keadaan pribadi kejiwaan (kpk)
7. Kelompok 7 : moral, sopan santun,dan agama
(msa)
8. Kelompok 8 : keadaan rumah dan keluarga
(krk)
9. Kelompok 9 : masa depan, pendidikan dan
Pekerjaan (mpp)
10.kelompok 10 : penyesuaian terhadap tugastugas
Sekolah (pts)
11. Kelompok 11: kurikulum dan prosedur
Pengajaran (kpp)





Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Daftar Isi