Assalammualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Semoga dengan mengunjungi blog ini dapat menambah pengetahuan bagi kita semua. Amiiin.

Minggu, 30 Maret 2014

Deduktif


A. Silogisme Kategorial

   Silogisme kategorial adalah silogisme yang semua proposisinya merupakan kategorial. Proposisi yang mendukung silogisme disebut dengan premis yang kemudian dapat dibedakan menjadi premis mayor (premis yang termnya menjadi predikat), dan premis minor (premis yang termnya menjadi subjek). Dan yang menghubungkan diantara kedua premis tersebut adalah term penengah.

Contoh :Semua tumbuhan membutuhkan air. (Premis Mayor)Akasia adalah tumbuhan (Premis Minor)Akasia membutuhkan air (Konklusi). 

B. Silogisme Hipotetik


      Silogisme hipotetik adalah argumen yang premis mayornya berupa proposisi hipotetik, sedangkan premis minornya adalah proposisi katagorik. Ada 4 (empat) macam tipe silogisme hipotetik:

  • Silogisme hipotetik yang premis minornya mengakui bagian antecedent.
Contoh:   Jika hujan saya naik becak.(mayor)   Sekarang hujan.(minor) Saya naik becak (konklusi).
  • Silogisme hipotetik yang premis minornya mengakui bagian konsekuennya.
Contoh:   Jika hujan, bumi akan basah (mayor).    Sekarang bumi telah basah (minor). Hujan telah turun (konklusi)
  • Silogisme hipotetik yang premis minornya mengingkari antecedent.
Contoh:   Jika politik pemerintah dilaksanakan dengan paksa, maka kegelisahan akan timbul.   Politik pemerintahan tidak dilaksanakan dengan paksa. Kegelisahan tidak akan timbul.
  • Silogisme hipotetik yang premis minornya mengingkari bagian konsekuennya.
Contoh:   Bila mahasiswa turun ke jalanan, pihak penguasa akan gelisah.   Pihak penguasa tidak gelisah. Mahasiswa tidak turun ke jalanan.Hukum-hukum Silogisme Hipotetik Mengambil konklusi dari silogisme hipotetik jauh lebih mudah dibanding dengan silogisme kategorik. Tetapi yang penting menentukan kebenaran konklusinya bila premis-premisnya merupakan pernyataan yang benar. Bila antecedent kita lambangkan dengan A dan konsekuen dengan B, maka hukum silogisme hipotetik adalah:
  • Bila A terlaksana maka B juga terlaksana.
  • Bila A tidak terlaksana maka B tidak terlaksana. (tidak sah = salah)
  • Bila B terlaksana, maka A terlaksana. (tidak sah = salah)
  • Bila B tidak terlaksana maka A tidak terlaksana.

C. Silogisme Alternatif 


   Silogisme alternatif adalah silogisme yang terdiri atas premis mayor berupa proposisi alternatif. Proposisi alternatif yaitu bila premis minornya membenarkan salah satu alternatifnya. Kesimpulannya akan menolak alternatif yang lain. 

Contoh:
   Nenek Sumi berada di Bandung atau Bogor.
   Nenek Sumi berada di Bandung.
 Jadi, Nenek Sumi tidak berada di Bogor.
    
D. Silogisme Entimen

     Silogisme Entimen ini jarang ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam tulisan maupun lisan. Yang dikemukakan hanya premis minor dan kesimpulan. Contoh entimen:

  • Dia menerima hadiah pertama karena dia telah menang dalam sayembara itu.
  • Anda telah memenangkan sayembara ini, karena itu Anda berhak menerima hadiahnya.


Sumber:
http://id.wikipedia.org/wiki/Silogisme
http://gilatugas.blogspot.com/2012/04/silogisme-dan-penalaran.html


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Daftar Isi