Assalammualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Semoga dengan mengunjungi blog ini dapat menambah pengetahuan bagi kita semua. Amiiin.

Minggu, 06 Januari 2013

Konflik

 A. Jenis-jenis Konflik

Secara umum, konflik dibedakan menjadi dua, yaitu:
     1. Konflik destruktif/disfungsional
         Konflik destruktif dapat menimbulkan kerugian bagi individu atau organisasi yang terlibat.
     2. Konflik konstruktif/fungsional
         Konflik konstruktif dapat memberikan keuntungan bagi individu atau organisasi yang terlibat. 

Dalam kehidupan organisasi, ada lima jenis konflik, yaitu:
     1. Konflik dalam diri individu
         Terjadi bila seorang individu menghadapi ketidakpastian tentang sesuatu hal yang diharapkan.
     2. Konflik antar individu
         Dalam satu organisasi yang sama, hal ini sering diakibatkan oleh perbedaan-perbedaan kepribadian.

     3. Konflik anatar individu dan kelompok
         Hal ini berkaitan dengan cara individu menanggapi tekanan untuk keseragaman yang dipaksakan oleh kelompok kerja mereka.
     4. Konflik antar kelompok dalam organisasi yang sama
         Hal ini disebabkan adanya pertentangan kepentingan antar kelompok.
    5. Konflik antar organisasi
        Timbul sebagai akibat bentuk persaingan ekonomi dalam sistem ekonomi suatu Negara.


B. Penyebab Terjadinya Konflik

Ada beberapa hal yang menjadi penyebab terjadinya konflik, antara lain:
     1. Perbedaan tujuan dan kepentingan
         Apabila dalam satu tim terdapat perbedaan tujuan dan kepentingan diantara anggota tim maka konflik akan mudah terjadi dalam tim tersebut.
     2. Perbedaan pemahaman
         Hal ini terjadi apabila penjelasan yang diterima atau fakta yang dikumpulkan kurang lengkap atau kurang akurat, bisa juga karena pemahaman yang setengah-setengah dan tidak tuntas.
     3. Perbedaan individu atau kepribadian
         Setiap individu adalah individu yang unik. Setiap orang memiliki pendirian dan peraaan yang berbeda-beda satu dengan yang lain. Perbedaan ini apabila tidak disikapi dengan bijaksana akan memicu terjadinya konflik.
     4. Perbedaan cara pandang
         Setiap orang memiliki pandangan hidup yang berbeda-beda. Perbedaan tersebut seringkali memicu timbulnya persaingan dan pertentangan sosial.
     5. Perbedaan latar belakang budaya
         Masing-masing kelompok kebudayaan memiliki nilai dan norma yang berbeda-beda ukurannya sesuai kebutuhan masyarakat setempat. Perbedaan inilah yang dapat mendatangkan konflik, karena criteria tentang baik buruk, sopan tidak sopan, pantas tidak pantas atau berguna atau tidak bergunanya sesuatu, baik itu fisik atau nonfisik, berbeda-beda menurut pola pemikiran masing-masing yang didasarkan pada latar belakang kebudayaan masing-masing individu atau kelompok.
      6. Perubahan-perubahan nilai yang cepat
          Perubahan adalah sesuatu yang lazim dan wajar terjadi, tetapi jika perubahan itu berlangsung cepat atau bahkan mendadak akan menyebabkan konflik social. Misalnya industrialisasi yang mendadak di pedesaan akan memunculkan konflik social sebab nilai-nilai lama pada masyarakat tradisional yang biasanya bercorak pertanian secara cepat berubah menjadi nilai-nilai masyarakat industri. 


C. Konflik Yang Terjadi Dalam Organisasi

     1. Pengertian konflik organisasi
         Konflik organisasi adalah ketidaksesuaian antara dua atau lebih anggota-anggota atau kelompok-kelompok organisasi yang timbul karena adanya kenyataan bahwa mereka harus membagi sumber daya yang terbatas atau kegiatan-kegiatan kerja dan kenyataan bahwa mereka mempunyai perbedaan status, tujuan, nilai atau persepsi.
     2. Metode pengelolaan konflik organisasi
         a. Dominasi atau penekanan
             Dominasi atau penekanan dapat dilakukan dengan beberapa cara, yaitu:
             1) Kekerasan (forcing) yang bersifat penekanan otokratik
             2) Penenangan (smoothing)
             3) Penghindaran (avoidance), dimana manajer menghindar untuk mengambil posisi
                  yang lebih tegas
             4) Aturan mayoritas (majority rule), dengan cara melakukan pemungutan suara melalui 
                  prosedur yang adil
         b. Kompromi
             Bentuk-bentuk kompromi antara lain:
             1) Pemisahan (separation)
             2) Arbitrasi (perwasitan
             3) Kembali ke peraturan yang berlaku
             4) Penyuapan (bribing)
          c. Pemecahan masalah integrative.
              Pihak-pihak yang bertentangan mencoba untuk memecahkan masalah yang timbul diantara mereka. Selain pencarian kompromi, pihak-pihak secara terbuka mencoba menemukan penyelesaian yang dapat diterima semua pihak.

Metode penyelesaian konflik integrative ada 3, yaitu:
         1) Konsensus, dimana pihak-pihak yang sedang bertentangan bertemu bersama untuk mencari penyelesaian terbaik masalah mereka dan bukan mencari kemenangan satu pihak.
          2) Konfrontasi, dimana pihak-pihak yang sedang bertentangan berhadapan secara langsung dan menyatakan pendapatnya secara langsung satu sama lain.
          3) Penggunaan tujuan-tujan yang lebih tinggi (superordinate goals

   Contoh Kasus:
  
JAKARTA —Pemerintah Indonesia menginginkan adanya protokol internasional untuk mencegah atau menolak aksi penistaan agama, sehingga terjaga keamanan dan ketertiban dunia.
Hal ini ditegaskan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menjelang berangkat ke New York, AS untuk menghadiri sidang Majelis Umum PBB. “Indonesia memiliki tanggung jawab dan kewajiban moral untuk menyampaikan pandangan, ajakan, bahkan ikut memikirkan sebuah protokol internasional mencegah atau menolak aksi yang bisa dikatagorikan sebagai penistaan agama,” kata Pesiden Yudhoyono.
Dengan adanya protokol tersebut, ujarnya, diharapkan keamanan, ketentraman, dan ketertiban dunia tetap terjaga. Keinginan Indonesia tersebut akan disampaikan dalam sidang Majelis Umum PBB yang digelar pekan depan. Dalam perhelatan PBB tersebut, SBY mengatakan juga akan menyampaikan piodatonya dalam sesi debat majelis umum (general debate) yang tahun ini topiknya adalah resolusi konflik pada tingkat internasional.
“Indonesia memiliki otoritas, pengalaman dan tentu bisa berbagi dengan forum menyangkut penyelesaian konflik yang dilaksanakan secara amai,” kata SBY. Dalam kesempatan tersebut, SBY juga akan menyampaikan pandangan Indonesia atas sejumlah isu yang mengemuka akhir-akhir ini pada pada tingkat global, yaitu pentingnya kerja sama baru di bidang
pembangunan. Presiden Yudhoyono juga akan menyampaikan perkembangan yang telah dicapai Indonesia, terkait apa yang telah dan akan Indonesia kontribusikan untuk ikut membangun dunia yang makin damai, adil, demokratis, dan sejahera.


D. Proses Pengambilan Keputusan    

     1. Kewenangan Tanpa Diskusi
Biasanya metode ini sering dilakukan oleh para pemimpin yang terkesan militer. mempunyai beberapa keuntungan jika seorang pemimpin menggunakan metode ini dalam pengambilan keputusan, yaitu cepat, maksudnya seorang pemimpin mempunyai keputusan ketika oraganisasi tidak mempunyai waktu yang cukup untuk menentukan atau memutuskan kebijakan apa yang harus diambil. Tetapi apabila metode ini sering dipakai oleh pemimpin akan memicu rasa kurang kepercayaan para anggota organisasi tersebut terhadap kebijakan yang telah diambil oleh pemimpin tanpa melibatkan para anggota yang lainnya dalam perumusan pengambilan keputusan.  
   
      2. Pendapat Ahli
Kemampuan setiap orang berbeda-beda, ada yang berkemampuan dalam hal politik, pangan, tekhnologi dan lain-lain, sangat beruntung jika dalam sebuah organisasi terdapat orang ahli yang kebetulan hal tersebut sedang dalam proses untuk diambil keputusan, pendapat seorang ahli yang berkopeten dalam bidangnya tersebut juga sangart membantu untuk pengambilan keputusan dalam organisasi.  
     
       3. Kewenangan Setelah Diskusi
Metode ini hampir sama dengan metode yang pertama, tapi perbedaannya terletak pada lebih bijaknya pemimpin yang menggunakan metode ini disbanding metode yang pertama, maksudnya sang pemimpin selalu mempertimbangkan pendapat atau opini lebih dari satu anggota organiasi dalam proses pengambilan keputusan. Terdapat kelemahan didalam metode ini, setiap anggota akan besaing untuk mempengaruhi pemimpin bahwa pendapatnya yang lebih perlu diperhatikan dan dipertimbangkan yang ditakutkan pendapat anggota tersebut hanya mamberikan nilai positif untuk dirinya dan merugikan anggota organisasi yang lai.  

       4. Kesepakatan
Dalam Metode ini, sebuah keputusan akan diambil atau disetujui jika didalam proses pengambilan keputusan telah disepakati oleh semua anggota organisasi, secara transparan apa tujuan, keuntungan bagi setiap anggota sehingga semua anggota setuju dengan keputusan tersebut. Negara yang demokratis biasanya akan menggunakan metode ini. Tetapi metode seperti ini tidak dapat berguna didalam keadaan situasi dan kondisi yang mendesak atau darurat disaat sebuah organisasi dituntut cepat dalam memberikan sebuah keputusan.
Keempat metode-metode diatas ialah hasil menurut Adler dan Rodman, satu sama lainnya tidak dapat dikatakan  metode satu terbaik yang digunakan dibanding metode yang lainnya, dapat dikatakan efektif jika metode yang mana yang paling cocok digunakan dalam keadaan dan situasi yang sesuai.


Sumber:
http://smkn12malang.sch.id
http://wahyurezkianto.blogspot.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Daftar Isi