Assalammualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Semoga dengan mengunjungi blog ini dapat menambah pengetahuan bagi kita semua. Amiiin.

Sabtu, 30 Maret 2013

Sistem Perekonomian




Pengertian:

     Sistem ekonomi adalah cara untuk mengatur atau mengorganisasi seluruh aktivitas ekonomi, baik ekonomi rumah tangga negara atau pemerintah, maupun rumah tangga masyarakat atau swasta. Aktivitas ekonomi yang dimaksudkan di sini adalah kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat yang meliputi kegiatan produksi, distribusi, dan konsumsi.
     Sistem ekonomi yang digunakan suatu negara berbedabeda, karena secara historis suatu negara mempunyai keadaan alam, lembaga ekonomi, lembaga politik, lembaga sosial, falsafah, dan ideologi yang berbeda, sehingga sistem ekonomi yang dipakai sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor tersebut.

         Sistem perekonomian sekarang ini jauh lebih kompleks seiring berkembangnya kegiatan perekonomian suatu negara, sehingga dapat menjawab tiga pertanyaan pokok what (apa dan berapa banyak barang diproduksi),how (bagaimana cara memproduksi), dan for whom (untuk siapa barang diproduksi).

1. Sistem Ekonomi Tradisional


     Masyarakat yang mempunyai sistem ekonomi tradisional adalah masyarakat yang belum ada pembagian kerja, cara mendapatkan barang dengan barter (natura), belum mengenal uang sebagai alat pembayaran, produksi dan distribusi terbentuk karena tradisi dan hanya untuk memenuhi kebutuhan sendiri/masyarakat.

Ciri-ciri

-  Belum ada pembagian kerja
-  Pertukaran dengan sistem barter
-  Jenis produksi ditentukan sesuai dengan kebutuhan

Kebaikan

-  Setiap masyarakat termotivasi untuk menjadi produsen
-  Produksi tidak ditujukan untuk mencari keuntungan

Kelemahan

-  Tidak ada kerja sama antarindividu atau masyarakat
-  Sulit mempertemukan kedua belah pihak yang saling membutuhkan


2. Sistem Ekonomi Kerakyatan


      Sistem ekonomi yang digunakan di Indonesia bardasar atas demokrasi ekonomi, artinya produksi dikerjakan oleh semua masyarakat, dan untuk semua di bawah pimpinan atau pemilikan anggota masyarakat. Kemakmuran masyarakatlah yang diutamakan, bukan kemakmuran orang seorang. Sistem ekonomi di Indonesia berdasar Pancasila, UUD 1945, serta GBHN, sehingga disebut sebagai “sistem ekonomi berdasar demokrasi ekonomi Pancasila”.

Demokrasi ekonomi yang diterapkan di Indonesia mengandung ciri-ciri positif sebagai berikut:

-  Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atasasas kekeluargaan.
-  Cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan yang menguasai hajat hidup orang banyak dikuasai oleh negara.

Sedangkan ciri negatif dalam sistem perekonomian Indonesia yang harus dihindarkan di antaranya sebagai berikut:

-  Sistem free fight liberalism, yakni yang menumbuhkan eksploitasi terhadap manusia dan bangsa lain.
-  Sistem etatisme, yakni negara serta aparatur ekonomi bersifat dominan, mendesak dan mematikan potensi dan daya kreasi unit ekonomi di luar sektor negara.

3. Sistem Ekonomi Liberal


     Sistem ekonomi liberal adalah suatu sistem di mana negara memberi kebebasan kepada setiap orang untuk mengadakan kegiatan ekonomi. Sistem ini berdasar pada teori yang dikemukakan oleh Adam Smith (1723–1790) dalam bukunya yang berjudul The Wealth of Nations, yang diterbitkannya pada tahun 1776, dengan ajaran pokoknya memberikan kebebasan perseorangan di setiap sektor ekonomi.

Ciri-ciri

-  Hak milik atas alat produksi di tangan perorangan.
-  Harga barang ditentukan oleh permintaan dan penawaran di pasar.

Kebaikan

-  Dapat meningkatkan efisiensi dan kualitas barang yang diproduksi.
-  Terdorong untuk mengejar kemakmuran bagi dirinya sendiri.

Keburukan

-  Menimbulkan persaingan tidak sehat.
-  Terdapat kesenjangan kaya dan miskin.


4. Sistem Ekonomi Terpusat/Sosialis


     Sistem ekonomi sosialis adalah sistem ekonomi di mana seluruh kebijakan perekonomian ditentukan oleh pemerintah sedangkan masyarakat hanya menjalankan peraturan yang ditentukan. Sistem ekonomi ini berdasar pada teori yang dikemukakan oleh Karl Marx dalam bukunya yang berjudul ‘Das Kapital’ tahun 1867. Jadi sistem ini lebih bersifat memerintah, karena campur tangan pemerintah di bidang ekonomi melakukan pembatasan-pembatasan atas kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat.

Ciri-ciri 

-  Perencanaan disusun oleh pemerintah pusat.
-  Semua alat produksi dikuasai oleh negara.

Kebaikan

-  Pemerintah bertanggung jawab penuh dalam perekonomian.
-  Relatif tidak ada jurang pemisah antara orang kaya dan miskin.

Keburukan

-  Hak milik perorangan sangat dibatasi dan rakyat kurang memiliki pilihan.
-  Potensi dan daya kreasi tidak berkembang.

5. Sistem Ekonomi Campuran (Sosialis & Liberalis)


     Sistem ekonomi campuran merupakan perpaduan antara sistem liberal dan sistem sosialis, yang mengambil garis tengah antara kebebasan dan pengendalian, yang juga berarti garis antara peran mutlak negara/kolektif dan peran menonjol individu. Pada sistem ekonomi campuran, antara pemerintah dengan masyarakat atau swasta bersama-sama untuk ikut meningkatkan kegiatan perekonomian. Pemerintah sebagai pengendali dan stabilisator kegiatan ekonomi, sedangkan masyarakat diberi kesempatan untuk melakukan kegiatan produksi, distribusi, dan konsumsi.

Ciri-ciri 

-  Adanya campur tangan pemerintah dalam perekonomian.
-  Pihak swasta ikut berperan dalam kegiatan perekonomian.

Kebaikan

-  Sektor ekonomi pemerintah dan swasta terpisah secara jelas.
-  Fluktuasi harag dapat lebih terkendali.

Keburukan

-  Jika peran pemerintah mendominasi akan timbul etatisme.
-  Jika peran swasta mendominasi, akan timbul monopoli yang merugikan masyarakat.



Sumber : - ssbelajar.blogspot.com
              - mbahkarno.blogspot.com


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Daftar Isi